
Kajian Keagamaan : “Memahami Kemahakuasaan Allah dan Prinsip Kepemimpinan yang Adil”
Program Pembinaan Keagamaan Ulama (PKU) UIN Antasari Banjarmasin kembali melaksanakan kegiatan halaqah kitab dengan mengkaji Sirāj al-Ṭālibīn jilid 2 halaman 404 – 408. Kajian ini dibawakan oleh Siti Faridah dengan pemaparan dan pendampingan Ustadz Bashori, M.Ag.
Dalam kajian tersebut menjelaskan bahwa Kemahakuasaan yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh Allah SWT sebagai Penguasa Alam Semesta. Seluruh tujuh lapis langit, bumi, dan segala makhluk yang ada di dalamnya senantiasa bertasbih serta tunduk kepada-Nya, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Isra’: 44 dan QS. Ar-Ra’d: 15. Ketundukan seluruh makhluk kepada Allah menunjukkan bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Disembah dan Maha Berkuasa. Oleh karena itu, kekuasaan manusia, termasuk pemimpin, hanyalah amanah yang harus dijalankan sesuai dengan tuntunan Allah.
Dalam konteks kepemimpinan, pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang adil, bijaksana, dan dikelilingi oleh menteri, hakim serta orang-orang cerdas untuk mengatur urusan negara. Ia juga harus memiliki rasa kasih sayang dan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi rakyat serta berusaha memperbaiki kekurangan dalam masyarakat.
Kewibawaan seorang pemimpin tidak dibangun melalui paksaan, melainkan melalui keadilan, keteladanan, dan pengabdian kepada rakyat. Dengan demikian, rasa hormat dan kepatuhan rakyat akan muncul secara alami demi terjaganya stabilitas dan kemaslahatan bersama.
Dengan demikian, kepemimpinan berbasis islam berorientasi pada dua hal utama yaitu ketaatan kepada Allah SWT dan kesejahteraan rakyat. Pemimpin yang memahami kemahakuasaan Allah akan memposisikan dirinya sebagai pelayan umat, bukan penguasa yang absolut. Dapat disimpulkan bahwa seluruh makhluk yang ada di langit maupun bumi semuanya tunduk pada maha raja atau pencipta langit dan bumi.


