
Kajian Tasawuf : “Menghayati Kenikmatan Akhirat dan Mengendalikan Keinginan Duniawi melalui Kitab Sirāj Talibin Banjarmasin”
Program Pembinaan Keagamaan Ulama (PKU) UIN Antasari Banjarmasin kembali melaksanakan kegiatan halaqah kitab dengan mengkaji Sirāj al-Ṭālibīn jilid 2 halaman 399. Kajian ini dibawakan oleh M. Aunurrahman dengan pemaparan dan pendampingan Ustadz Bashori, M.Ag.
Pembahasan kali ini mengangkat hadis qudsi tentang kenikmatan yang telah Allah Swt. persiapkan bagi hamba-hamba-Nya, yang tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, maupun terlintas dalam hati manusia.
Materi tersebut juga dikaitkan dengan QS. As-Sajdah ayat 17, yang menjelaskan bahwa tidak seorang pun mengetahui berbagai kenikmatan yang disembunyikan sebagai balasan atas amal saleh yang telah mereka kerjakan.Dalam pemaparannya, kajian ini menyoroti kecenderungan manusia untuk mengejar keinginan duniawi, seperti kenyamanan fisik dan kesenangan yang dapat dirasakan secara langsung.
Padahal, kenikmatan dunia memiliki keterbatasan, sedangkan balasan yang Allah sediakan di akhirat melampaui apa yang dapat dibayangkan manusia.Pembahasan juga menekankan pentingnya kesungguhan dalam beribadah, salah satunya melalui puasa sebagai bentuk latihan mengendalikan hawa nafsu, menahan keinginan, dan menumbuhkan kesabaran. Jerih payah dalam beribadah bukan sekadar tentang menahan rasa lapar atau menghadapi kesulitan, melainkan juga tentang menjaga niat, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah Swt.
Melalui kajian ini, peserta halaqah diharapkan mampu merefleksikan kembali orientasi kehidupan, menempatkan keinginan duniawi secara proporsional, serta meningkatkan kesungguhan dalam beramal saleh. Dengan demikian, kehidupan dunia tidak hanya dijalani untuk memenuhi keinginan sesaat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri meraih rida dan karunia Allah Swt. di akhirat.



