
Kajian Tafsir: “Menyelami Hikmah dan Keteguhan Hati dalam Surah Yusuf”
Halaqah kajian Tafsir Shafwat al-Tafâsîr karya Syeikh ‘Alî al-Shâbûnî yang dibimbing oleh al-Ustadz Dr. Dzikri Nirwana M.Ag., yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Khusus Ulama dan Program Khusus Perbandingan Mazhab, kembali dilaksanakan pada hari Selasa, 29 September 2026 setelah Ashar di Masjid Abdurrahman Ismail. Pemateri kali ini, Muhammad Ahyar Ramdani, membacakan dan menjelaskan Pengantar Surah Q.S. Yusuf.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa “Surah Yusuf merupakan surah ke-12 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 111 ayat. Surah ini memiliki keistimewaan dan latar belakang cerita yang sangat menyentuh hati.Surah ini diturunkan pada masa-masa tersulit dalam kehidupan Nabi Muhammad ﷺ, yang dikenal sebagai ‘Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Saat itu, beliau baru saja kehilangan dua orang tercinta yang menjadi pelindung dan pendukung utama dakwahnya, yaitu sang istri, Khadijah, dan paman beliau, Abu Thalib. Pada saat yang bersamaan, tekanan dan gangguan dari kaum kafir Quraisy semakin menjadi-jadi.Untuk mengobati rasa duka dan menguatkan hati Rasulullah ﷺ, Allah SWT menurunkan Surah Yusuf.
Pesan utamanya sangat jelas: ‘Sesungguhnya di balik setiap kesulitan, pasti ada kemudahan dan jalan keluar’.Berbeda dengan surah-surah Makkiyyah lainnya yang umumnya berisi peringatan keras, Surah Yusuf disampaikan dengan bahasa yang indah, lembut, dan menenangkan. Siapa pun yang sedang berduka, ketika membaca atau mendengarkan kisah ini, hatinya akan merasa tenang dan terhibur.
Di dalam surah ini, terbentang kisah perjalanan hidup Nabi Yusuf a.s. yang penuh dengan ujian bertubi-tubi.Keistimewaan utama Surah Yusuf terletak pada cara penceritaannya. Berbeda dari kisah nabi-nabi lain yang diceritakan terpotong-potong di beberapa surah, kisah Nabi Yusuf disampaikan secara lengkap, utuh, dan berurutan dari awal sampai akhir hanya dalam satu surah ini. Ini menjadi salah satu bukti keindahan dan kehebatan Al-Qur’an.
Melalui kisah ini, Allah mengingatkan kita bahwa sebesar apa pun ujian yang sedang kita hadapi, jangan pernah berputus asa. Bersabarlah, karena pertolongan dan hikmah yang indah dari Allah pasti akan datang.
Kemudian, halaqah pun ditutup dengan sama-sama membaca do’a kafaratul majlis.



